Hidup ditengah perkebunan kelapa sawit kadang membuat tarkam terbelenggu akan akses komunikasi dari dunia luar, setiap hari hanya bergelut dengan cangkul, parang dan sabit dan bertemankan beberapa pemuda kampung serta kambing kesayangan. itulah sedikit gambaran kehidupan Tarkam nan jauh disana di penghujung pulau disumatra lampung tepatnya. Saat masa habis SMP Tarkam tak tau harus kemana apakah harus tetap berdiri ditanggah perkebunan atau harus keluar meski dalam benak ia ingin merasakan jejang pendidikan yang lebih tinggi, tapi apa mau dikata bagai punguk merindukan bulan.
seiring waktu berjalan nasib berputar 180 derajat saudara dari ibu tercinta Tarkam yang ada di kabupaten Jember mengajaknya untuk melanjutkan sekolah, ah.... betapa bahagianya Tarkam, dengan semanggat perjuangan ia menyanggupinya untuk hijrah ke kota tembakau. Dalam benaknya tak terhiraukan meski harus berpisah dengan kedua orang tuanya meski kala itu dia masih berusia belia dimana masa yang masih sangat aktif untuk beranjak remaja.
Kehidupan pun kini berubah apa yang dibayangkanya pun juga tak sama dengan kenyataan pasalnya untuk menggapai sebuah asa butuh sebuah pengorbanan yang tak kecil, tarkam harus hadapi kenyataan yang ada demi sebuah cita-cita. Hari demi hari dilalui dengan keiklasan yang kadang menyayat hatinya, berkorban perasaan kangen akan orang tua dan sebagainya tapi semua dia simpan dalam hatinya yang paling dalam dan hanya selalu berkata ini adalah" cerita wayang yang harus aku ikuti kata pak dalangnya".
Jok pisah karo wong tuek nek urong kuat mental itu pesan dalam hatinya, dan singkat kata Tarkam berjumpa dengan seorang women tepatnya ditahun 2004 dari situlah alur cerita cinta laksana drama korea terjadi dan pada tahun 2009 Tarkam mengakhiri masa lajang dan merubah statusnya menjadi non bujangan.
kehidupan baru membuat dirinya harus beradaptasi ulang dalam menjalaninya meski yang dia rasa sakit akan kenangan masa lalunya tapi ini sudah keputusan final. dari sinilah semua berawal sungguh dunia tak selebar daun kelor dimana pemuda kampung yang berdomisili dipedalaman lampung ternyata gletek mempersunting women dari desa kecil yang ada di kota tembakau.
Ternyata merubah status lajang bukan hanya uang dan mercy tapi kesiapan kita untuk meninggalkan masa muda jadi jangan coba - coba meninggalkan bujangmu sebelum siap kau tingalkan........... ?
selesai
Optical Fiber Technology
3 tahun yang lalu

Jok coba-coba rabi nek urong kuat mental hahaha
oyi iso sam hahahaaaaahaaa suwun apapun yang terjadi aku tetep nyelok sampean kakak pertama hahaaa
Enak'e sam lozz rek, dadi kakak pertama..
hahahaa ndak maz wedi kualat engkok kapan saya diajari menulis dan merangkai kata hehehehehee