Kamis, 09 Agustus 2012

Jalanku Menuju Kampung Halaman

1000 hari sudah ibu saya pergi menghadap sang pencipta dengan iringan doa aku selalu panjatkan untuknya semoga amal baik beliau diterima disisiNYA. Sesuai dengan tradisi jawa setiap 1000 hari acara doa bersama pun digelar untuk mendoakan ibuku. Dalam rangka acara itu akupun melakukan mudik pulang kampung.


Aku pulang pada hari minggu kemaren pada tanggal 05 Agustus 2012 untuk menuju kampung halaman. Perjalanan ku lakukan dari kota Jember menuju kota Batik di Solo. Desa saya tepatnya berada di Kabupaten Wonogiri kec. Tirtomoyo. Ratusan kilo dari kota solo. Sungguh desa yang tenang dan indah serta damai.

Perjalananku kuawali dari jam 1 dini hari aku berangkat dari Jember, hampir Sembilan jam berlalu akhirnya aku tiba juga dikota Solo dengan keadaan agak lemas karna sedikit lapar karna berpuasa. Disebuah terminal aku melepas lelah untuk menghimpun tenaga tuk lanjutkan perjalanan. Setelah beberapa menit kemudian aku beranjak pergi dari terminal dengan naik bis kota jurusan Solo - Pacitan, dalam bus tersebut terjadi sebuah peristiwa.

Seorang nenek bersama cucunya yang kira-kira berusia 6 tahun hendak pulang menuju Wonogiri, Naas benar nasib si nenek tersebut dompet yang ada dalam tasnya raib diambil manusia bertangan jahil. Sontak nenek itupun menjerit hingga membuat telingga pekik. sambil menangis keras nenek meminta tolong pada penumpang lain, tapi apa dikata pencopet itu sudah hilang ditenggah keramaian kota.

Dalam kondisi yang seperti itu para penumpang hanya mengusap dada dan berkata dalam hati " kasihan nenek ini" akhirnya semua penumpang memberikan uang untuk ongkos pulang. Aku terkesan pada cucu si nenek meski dia masih kecil dia berusaha untuk tenang dan menenangkan neneknya, kelakuan sicucu tersebut membuat haru semua penumpang. Dalam aksinya sicucu langsung menghubungi kakeknya via telepon genggamnya dan memberitahukan bahwa dompet neneknya kecopetan, sungguh laki-laki kecil yang heroik.

Kejadian itupun berlalu dan ku lanjutkan perjalananku menuju kampung halamanku, setelah lama berjalan sampailah aku pada jalan antara wonogiri dengan pacitan dimana jalan tersebut naik turun dan sempit. Meski begitu jalan itu tetap dilalui bis antar kota.

Sesaat kemudian bis yang kutumpangi berhenti untuk menurunkan penumpang tanpa disadari dari arah belakang terdengar suara " brrrruuuuaaaaakkk" aku langsung beranjak berdiri dari tempat duduk dan kulihat sebuah sepeda motot jatuh dari belakangku

Dari arah yang sama melintas bis Jurusan Solo-Pacitan, ternyata sepeda tersebut teserempet bis yang ada dibelakangku dan saat itu tepat didepan mataku bis itu melindas pengendara sepeda motor tersebut. aku teriak "ya Allah...!" dan penumpang yang lain pun ikut berdiri, sungguh kejadian yang dahsyat, tubuh itupun hancur terkena lindasan ban bis yang begitu besar " allahuakbar"

Itulah gambaran dari perjalananku menuju kota Solo, sangat tragis memang. Dari sini aku berfikir begitu cepat takdir manusia berlalu tanpa ada sebuah pemberitahuan terlebih dahulu dari yang Esa.Semua kejadian diatas dapat aku jadikan bahan intropeksi diri bagi diriku. Semoga kita bisa menggambil hikmah dari apa yang kuceritakan diatas. Semoga bulan ini dapat menjadikan diri ku lebih berbobot dalam mendekatkan diri dengan Sang Pencipta Aminnnn ya roobalalamin....!

Semoga Bermanfaat Ammiiiiiinnnn

Kamis, 02 Agustus 2012

BARU KU KUTEMUKAN


Beginilah hidup jadi seorang yang berstatus non bujangan, hampir tiap malam waktu ku habiskan dengan mencumbui anak dan istriku tercinta. Saat menjelang malam tiba seperti biasa aku pulang dari aktivitas meski aku bukan pegawai kantoran tapi jam kerjaku layaknya pegawai kantor yang sibuk dengan segudang pekerjaan. hanya bedanya kalo pegawai kantor memegang pulpen dan buku serta komputer sedang aku memegan kendali setir sepeda dan rombong (alat angkut yang kutumpangkan diatas sepeda) yah itulah pekerjaanku yang ku nikmati sebagai delevered order isi ulang air minum.

Ketika malam telah larut saat anaku dan istriku merajut sebuah impian dalam tidurnya seperti biasa aku melepas lelah sendiri, kadang sahabat - sahabat baikupun datang untuk menemaniku menikmati secangkir kopi sungguh teman - teman yang berhati mulya, entah apa jadinya jika tanpa mereka mungkin aku lebih memilih hidup sebagai pertapa haaaaa......,

Tapi malam ini keadaan sedikit berbeda mungkin temanku masih banyak aktifitas diluar sana untuk menunaikan kewajibanya sebagai para pencari pacar sejatinya, ya terpaksa aku menikmati malam ini dengan kesendirian sambil berhayal andai aku punya rejeki banyak mungkin aku buat hiburan malam didepan rumah biar aku tidak kesepian lagi. Ketika lamunanku hilang aku beranjak kedapur untuk membuat secangkir kopi sebagai teman berkhayalku, tapi naas benar nasipku ternyata didapurku tak kudapati gula sebagai pelengkap membuat kopi, aku menarik nafas dalam - dalam " oalah ngene rasane urip pas - pasan sabar gusti paringono aku kesabaran kang jembar ben iso syukur terus marang panjengan" itulah keluh kesahku. Sebelum aku berpaling ternyata didepan ku ada sebungkus susu sachet dan separo madurasa sisa obat sariawan istriku.

Tanpa ku berpikir panjang lalu aku campurkan susu, madu dan kopi serta kutambahkan air panas,aku terkejut sesuatu terjadi pada racikanku warna kopi yang indah dan busa kopi yang banyak. aku tersenyum lantas aku mencobanya ternyata ahhh mantab broo. aku teringat pada rasa kopi itu mungkin ini seperti kapucino hanya bedanya kapucino diracik dikota Roma Italia sedangkan kapucinoku ku racik di jember Nogosari.

senyum dan berucap syukur aku membuka laptop pinjaman sekolah istriku lantas kubuka pakde google kutelusuri istilah kapucino benar dugaanku ternyata kapucino awal kali ditemukan berupa racikan madu susu krim dan kopi. Haaaaaaaahahahaa kayak mimpi akhirnya aku nikamti malamku dengan secangkir kapucino buatan nogosari selamat mencoba bagi yang berminat.